E-LEARNING SMK N 1 KEBUN TEBU

10 Sep 2018

E-LEARNING SMK N 1 KEBUN TEBU

Apa itu E Learning, Keunggulan dan Bagaimana Cara Menerapkannya di Sekolah

APA ITU E-LEARNING 

Memasuki tahun ajaran baru 2021/2022, sekolah maupun kampus yang berada di kawasan PPKM Darurat diharuskan untuk melaksanakan pembelajaran secara online. Jika bicara belajar online, tahukah kamu apa itu e learning yang menjadi metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).E-learning telah menjadi isu utama di dunia pendidikan Indonesia sejak 2018 lalu, dan semakin hangat pada tahun 2020 sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia seiring dengan kebijakan “Belajar di Rumah” yang ditetapkan oleh Pemerintah.Pemerintah mendorong sekolah untuk menyediakan fasilitas e-learning sebagai salah satu bentuk layanan pendidikan 4.0.Namun faktanya, masih banyak sekolah yang enggan mengembangkan platform pembelajaran jarak jauh mereka sendiri, serta lebih memilih platform lain seperti Zoom dan Whatsapp yang sejatinya tidak sesuai untuk kegiatan belajar

Keunggulan metode pembelajaran e learning

APA KEUNGGULAN E-LEARNING

Metode pembelajaran e-learning saat ini telah menjadi salah satu pilihan paling banyak digunakan dalam program pemerataan kualitas pendidikan di beberapa negara maju dan berkembang.Berikut beberapa keunggulan metode pembelajaran e-learning yang telah cukup banyak membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajarnya:

1. Pembelajaran tanpa batas wilayah

Salah satu keunggulan terbaik dari e-learning bila dibandingkan dengan metode pendidikan formal pada umumnya adalah, e-learning bisa diakses oleh seluruh siswa tanpa batas wilayah.Dengan begitu, siswa bisa menikmati pendidikan dengan kualitas terbaik dimanapun mereka tinggal. Bahkan anak-anak yang berada di luar negeri karena pekerjaan orang tua mereka tetap bisa mengakses haknya untuk belajar dengan kurikulum Indonesia.

2. Biaya lebih terjangkau

Untuk bisa mengakses pendidikan e-learning, siswa dapat dipastikan akan mengeluarkan biaya yang jauh lebih rendah dari jumlah yang harus mereka bayar untuk pendidikan formal di sekolah.Sebuah rilis hasil riset di Amerika menunjukkan bahwa e-learning terbukti mampu memangkas ongkos perawatan fasilitas pendidikan hingga 60%.Apabila biaya yang harus dikeluarkan oleh sekolah dapat dikurangi, maka sekolah memiliki lebih banyak kesempatan untuk meningkatkan kualitas infrastrukturnya.

3. Mobilitas tidak terbatas

Tidak semua anak Indonesia hidup dalam kondisi lingkungan, budaya, dan finansial yang sama. Bahkan di wilayah pelosok negeri masih banyak siswa yang harus membantu pekerjaan orang tua mereka sebelum ke sekolah.Ada juga anak Indonesia karena kondisi tertentu membuat mereka tidak bisa mengakses pendidikan formal di sekolah, dan ada pula guru yang tidak bisa mengajar karena kondisi yang sama.Namun, dengan e-learning, pembelajaran tetap bisa dilakukan walaupun guru dan siswa tidak bertemu langsung. Selain itu, e-learning juga akan sangat membantu siswa yang menjalani pengembangan bakat di pusat-pusat pelatihan olahraga untuk kebutuhan PON dan Pelatnas.

Hal yang harus disiapkan dalam pembelajaran e learning

E-learning memanglah jawaban yang tepat untuk masalah perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia. Akan tetapi, metode ini tidak akan berjalan dengan baik bila infrastrukturnya belum siap.Berikut beberapa hal yang harus disiapkan sekolah sebelum menerapkan metode e-learning di dalam kegiatan mengajar:

1. Perangkat dan akses internet

Hal pertama yang harus disiapkan untuk memulai pembelajaran e-learning adalah perangkat (device) dan kualitas lintas data (internet).Walaupun pemilikan perangkat dan langganan internet bukanlah tanggung jawab sekolah. Namun, perlu dipertimbangkan bahwa masih ada beberapa siswa yang tidak memiliki kemampuan untuk memiliki perangkat.Oleh karena itu, sekolah ada baiknya membantu siswa agar bisa mendapat perangkat dan akses internet yang mereka butuhkan untuk belajar seperti dalam bentuk pinjaman inventaris sekolah, maupun bisa juga sebagai pihak ketiga yang menghubungkan siswa dengan kreditur.

2. Platform e-learning

Platform e-learning merupakan bentuk digital dari sekolah, ruang kelas, sistem administrasi, dan kesiswaan. Kegiatan Pembelajaran tentu tidak akan berjalan dengan baik tanpa platform yang berkualitas.Oleh karena itu, sekolah wajib menjaga sistem tetap online selama 24 jam agar siswa bisa terus mengakses sekolah kapanpun dan dimanapun.

3. Metode pembelajaran online

Apabila perangkat, internet, dan platform e-learning telah tersedia, maka selanjutnya adalah metode pembelajaran seperti apa yang akan diberikan kepada siswa.Sebab, potensi dari e-learning tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal bila sekolah hanya menerapkan metode penugasan dan presentasi saja. Untuk itu, guru dan sekolah harus menjadi lebih kreatif dalam merancang metode pembelajaran interaktif yang menarik dan berbobot untuk siswa.Rencana peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia adalah hal yang sangat sulit di masa lalu. Selain dikarenakan wilayah yang luas serta anggaran yang tidak besar, persebaran guru berkualitas juga dipandang sebagai penyebab human capital index Indonesia di bawah rata-rata dunia.Namun, dunia pendidikan telah jauh berkembang dengan hadirnya e-learning yang dapat diakses seluruh siswa Indonesia tanpa batas wilayah dan finansial.

Pintek mendukung pendidikan di Indonesia Menerapkan metode pembelajaran e-learning di Indonesia memang tidak mudah, selain perlu waktu untuk menguasai materi pembelajaran online, pihak sekolah juga harus memberikan fasilitas agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan maksimal.Misalnya saja, sekolah menyediakan alat pembelajaran seperti laptop, internet hingga memberikan dukungan penuh kepada para pengajar yang ingin mengembangkan kemampuannya atau ingin memperdalam pembelajaran e-learning.Namun untuk mewujudkan hal tersebut tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Tapi pihak sekolah tak perlu khawatir karena kini ada Pintek yang akan membantu permasalahan dana yang dihadapi oleh sekolah.Sebagai perusahaan fintech yang sudah berizin dan diawasi OJK, Pintek berkomitmen mendorong transformasi pendidikan di Indonesia dengan layanan keuangan.Pihak sekolah yang membutuhkan dana untuk mengembangkan sarana dan prasarana sekolah seperti merenovasi gedung sekolah, mengembangkan perpustakaan, pengadaan barang jasa pembelajaran dan lainnya dapat mengajukan pendanaan Working Capital di Pintek.Melalui produk Working Capital, pihak sekolah bisa mendapatkan pendanaan hingga miliaran rupiah dengan tenor mencapai 24 bulan. Dana tersebut dapat digunakan untuk melakukan renovasi gedung hingga biaya operasional yayasan.Bunga yang dibebankan juga relatif rendah yaitu bunga flat per bulan mulai 0,9% hingga 2% berdasarkan penilaian credit scoring.Untuk mengetahui lebih lanjut dapat langsung mengunjungi situs resmi Pintek atau melakukan diskusi dengan tim Pintek melalui DiskusiPintek.

Leave a Comment